Inilah 4 Rekomendasi Hasil Munas NU


Nu Online Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) sudah menghasilkan beberapa rekomendasi. Rekomendasi-rekomendasi yang terkait dengan berbagai masalah bangsa ini juga sudah diberikan kepada Presiden SBY. Keempat rekomendasi yang ditetapkan pada Senin (17/9) tersebut antara lain;

A. Politik dan Persoalan Korupsi

Upaya-upaya penanggulangan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah sampai saat ini belum berjalan dengan baik, karena aparatur yang bertugas untuk itu yaitu kepolisian dan kejaksaan, tidak menunjukkan keseriusan. Ketidakseriusan ini hanya dapat diatasi oleh lembaga yang berada di atas keduanya, yaitu Presiden. Presiden juga harus bertindak tegas terhadap aparat pemerintahan di bawahnya yang terlibat korupsi.

Rekomendasi :

1. Presiden harus segera menggunakan kewenangannya secara penuh dan tanpa tebang pilih atas upaya-upaya penanggulangan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah, utamanya terkait dengan aparat pemerintahan yang terlibat korupsi.

2. Masyarakat agar berkontribusi aktif dalam upaya meruntuhkan budaya korupsi dengan memperkuat sanksi sosial terhadap koruptor, sehingga dapat menimbulkan efek jera dan juga efek pencegahan bagi tindakan korupsi berikutnya. Baca lebih lanjut

Awas, Kopi Bikin Wanita Sulit Hamil!


Minum kopi membuat wanita lebih sulit hamil, sebuah penelitian menyebutkannya.

Ini diperkirakan karena Kafein, yang terkandung dalam kopi merusak transportasi telur dari ovarium ke rahim, sebut para ilmuwan dari Amerika.

Penelitian yang melibatkan 9.000 wanita ini menemukan bahwa minum lebih dari empat cangkir kopi sehari memotong kemungkinan hamil hingga seperempat kali

Penyelidikan terbaru yang dilakukan pada mencit menunjukkan bahwa kafein menghambat kontraksi saluran tuba yang dibutuhkan untuk membawa telur ke rahim.

Kafein mengaktifkan sel-sel alat pacu jantung khusus di dinding tabung. Sel-sel gelombang koordinasi kontraksi tabung yang bergerak membawa telur menuju rahim. Baca lebih lanjut

Pemuda dan Sihir Sektarian


NU Online Sungguh kita rasakan keprihatinan yang mendalam tentang kisah anak muda zaman sekarang. Ada penurunan tingkat kualitas generasi muda yang sudah merambah baik dari aspek moralitas, keagamaan, sosial, spiritual, maupun ideologis. Kasus-kasus perkelahian antarpelajar, maraknya penggunaan narkoba, pergaulan bebas, konsumerisme, hilangnya rasa kesantunan anak muda, kriminalitas remaja, dan sihir radikalisme terhadap anak muda.

Kalau dulu kita bangga dengan tampilnya tokoh-tokoh muda zaman pergerakan seperti Soekarno, Hatta, Agus Salim, Syahrir, Wahid Hasyim, dan masih banyak lainnya. Mereka inilah yang menjadi ‘energi’ kemerdekaan bangsa sekaligus pembangun format bangsa yang berkarakter dan berkepribadian.

Kini, kita miris dengan fenomena makin menipisnya karakter yang dimiliki khususnya anak muda kita. Tiba-tiba kita jadi tersentak tentang kisah M Syarif, anak muda yang dengan kalapnya melakukan bom bunuh diri di Mapolsek Cirebon di saat jamaah shalat Jumat. Akibat hipnosis sebuah kelompok puritan-radikal, Syarif juga tega-teganya mengafirkan bapaknya hanya karena perbedaan pandangan keislaman. Contoh kasus paling soft, fakta banyaknya anak muda yang karena tersihir faham puritan, sontak kemudian suka membidahkan keluarganya yang tidak sepaham. Ada pula, anak-anak muda yang terdoktrin untuk tidak mau menghormati bendera merah-putih, karena bisa membawa kesyirikan. Ini juga fakta yang mencemaskan akibat pengaruh sektarian yang sekalipun masih tampak lunak, tetapi dikhawatirkan bisa menjadi benih radikalisme. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: