Dalil Syar’iyyah


Agama Islam bukanlah agama yang diciptakan manusia atau hasil rekayasa kepandaian mereka, tapi benar-benar merupakan sesuatu yang mutlak datang dari sang Khaliq demi terciptanya pola hidup yang menjamin keselamatan manusia dunia dan akhirat. Oleh karna itu, kerangka hukum dalam agama Islam dalam hal ubudiyah, mu’amalah atau lainnya harus merupakan sesuatu yang sudah diatur dan digariskan oleh Syara’.

Berdasarkan observasi, para Ulama Ahlissunnah wal jama’ah menghasilkan suatu kesepakatan bahwa dalil-dalil yang dijadikan dasar hukum syara’ mengenai tingkah laku dan perbuatan manusia kembali pada empat sumber pokok, yaitu : Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas. (Ushul Fiqih Hal : 21).

Baca lebih lanjut

Keluar Dari Kemelut Kebangsaan


Pendekatan Sufistik

Sebuah kitab berjudul “Al-Munqidz minadh-Dhalal” karya Hujjatul Islam Al-Ghazali, Ulama besar abad VI hijriyah, telah mengilhami banyak kesadaran spiritual umat Islam, bahkan masyarakat dunia ketika itu. Makna dari judul itu adalah “Penyelamat dari kegelapan”.

Sebuah wacana yang mengingatkan kita semua, bahwa siklus moralitas manusia, akan menuju titik jenuhnya, dan secara dramatis telah  memasuki abad-abad kegelapan yang mengerikan.

Dalam konteks kebangsaan kita dewasa ini,  bentangan sejarah masa lalu merupakan mosaik yang memantulkan tiga wajah sejarah yang saling memperebutkan hegemoni, tanpa disadari hegemoni-hegemoni itu seringkali membiaskan  gambaran, betapa drama para pemimpin negeri, konstelasi ideologi dan kepentingan pragmatis menjadi warna yang saling bergulungan satu sama lainnya.  Lalu hari ini, tiba-tiba kita sudah berada di hamparan pulau asing, tanpa horison perspektif  dan kaki langit yang jelas. Hari ini adalah kenyataan-kenyataan dari pantulan mosaik yang buram dari masa lalu yang kelam.

Kitab Al-Ghazali itu, tentu saja masih relevan untuk menimbang moralitas kebangsaan kita hari ini, untuk sebuah solusi besar yang mondial. Karena sesungguhnya, masalah-masalah kontemporer dari soal KKN, delegitimasi politik, dan konspirasi masih terus berlangsung.

Di satu sisi, ada lapisan generasi muda yang hendak bangkit mewarnai negeri ini harus tumbuh dengan situasi konflik horisontal dan ideologis, tanpa lahir dari  kandungan “kasih sayang” kebudayaan politik generasi tua, sedangkan di lain pihak, desakan-desakan internasional yang sulit dibendung ketika globalisasi terus menggulung belahan bangsa yang belum sama sekali siap menyongsong suatu abad, dimana hegemoni masyarakat industri semakin liar menancapkan “penjajahan baru”.Tidak hanya generasi muda, tetapi juga generasi tua, tidak bisa bicara banyak, dalam menghadapi tantangan-tantangan internasional seperti itu, mengingat moralitas kebangsaan kita masih berada di dalam proses penyembuhan dari penyakit jiwanya.

Makanya, opini publik mengalami kontaminasi luar biasa, bahkan sampai pada tingkat paling maniak, publik harus memendam kekecewaan yang mendalam, karena lipatan-lipatan peristiwa yang terorganisir, dalam fluktuasi yang bergelombang, tanpa bisa diduga kemana arah angin yang menuntun kapal bersar bangsa ini tertuju. Situasinya sedemikian keruh, saling tumpang tindih peran, karena masing-masing kelompok sesungguhnya berada dalam jurang ketakutan, dengan saling membangun alibi yang sangat instan.

Baca lebih lanjut

Tasawuf, dari kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial


Biarkan tanganmu sibuk

menunaikan tugas-tugas di dunia ini,

dan biarkan hatimu sibuk dengan Allah Swt. (Dzikir)

[Syeikh Muzaffer Ozak]

Zaman terus bergerak dengan cepat menuju titik kehancurannya. Kebashirahan Nabi suci Muhammad Saw. benar-benar terbukti, jauh-jauh hari nabi Muhammad telah bersabda ; akan datang suatu masa kerusakan, dimana kebanyakan manusia lebih bersifat ‘lupus’ ketimbang ‘humannya’. Banyak manusia yang tidak bisa ‘memanusiakan’ manusia, sekadar contoh, di awal tahun baru hijriah ini, kaum zionis telah memporak-porandakan rakyat sipil yang tak berdosa, serangkaian roket menghunjam ke pemukiman-pemukiman penduduk sipil palestina. Entah apa motif di belakang serangkaian serangan Israel terhadap rakyat palestina??. Sebagian orang yang katanya disebut sebagai ‘pengamat Timur Tengah’ menilai hal itu (serangan Israel) merupakan persoalan kemanusiaan, sebagian lain berpendapat bahwa itu merupakan persoalan agama, terlepas dari itu semua, yang jelas manusia sekarang ini sedang terserang penyakit kronis yakni shock modernisme.

Seakan manusia hidup tidak punya nurani, sebab dunia menjadi sesuatu yang lebih dicintainya. Kesuksesan dan kegagalan manusia diukur dari kadar keduniawian. Padahal nabi juga telah bersabda, bahwa asal dari segala kerusakan adalah sebab manusia terlalu menyanjung dunia. Sebagaimana kita saksikan saat ini, manusia berlomba-lomba untuk menjadi hartawan, tragisnya segala cara dilakukan demi tercapainya kedudukan, KKN begitu dahsyat merajalela, penindasan kaum elit atas kaum lemah menggejolak di mana-mana, semuanya tidak lain karena satu tujuan yakni dunia.

Baca lebih lanjut

Valentine Day: Apakah Hanya Sekedar Tradisi


Pada tanggal 14 Februari akan diperingati hari Valentine, sebuah hari dimana orang–orang yang sedang dilanda cinta secara tradisi mengirimkan pesan-pesan cinta dan hadiah–hadiah, hari yang seakan-akan menjadi husus bagi masyarakat luas bahkan bagi sebagian warga Muslim. dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan para muda–mudi sibuk ikut-ikutan merayakan hari tersebut dengang menyiapkan beberapa hadiah untuk diberikan pada orang –orang yang mereka sayangi.

Ada baiknya sebelum pembaca menyemarakkan hari tersebut mengetahui sejarah, asal–usul, dan latar belakang lahirnya Valentine day. Dengan demikian insyaAlloh kita akan lebih berhati-hati dan tidak segan–segan untuk meninggalkanya. Baca lebih lanjut

Uji Materi UNDANG – UNDANG PENISTAAN AGAMA


Pro dan kontra tentang permasalahan undang – undang penistaan agama tidak hanya terjadi di negara Indonesia tapi juga terjadi di hampir semua negara – negara di dunia. Di Indonesia Peraturan Presiden No. 1/PNPS/1965 yang sudah di undangkan melalui UU No 5/1969 – tentang penistaan dan penodaan agama – masih sangat kontrofersi sehingga perlu untuk dilakukan uji materi.

Tuntutan uji materi (Judicial Review) tersebut dimotori oleh tujuh LSM yaitu Imparsial, Elsam, PBHI, Demos, PMS, YD dan YLBHI serta didukung oleh Gus Dur (alm), Musdah mulia, Dawam raharjo dan KH Maman imanul haq. Bahkan ketika resolusi ini disampaikan di dalam Dewan HAM PBB yang terdiri dari 47 negara, hasilnya resolusi ini ditentang 11 negara barat sedang 13 negara menyatakan abstain.
Inilah bukti di dunia ini sangat banyak orang pandai tetapi sangat sedikit orang yang mengerti dan taat kepada Tuhan. Baca lebih lanjut

Iri & Dengki, Sumber petaka bagi seseorang


Mentang-mentang punya HP Omnia baru dipegangin terus, dicuri maling  kapok lho!”. Mungkin kata ini yang pertama terlintas dibenak orang-orang yang suka ngiri, karena mereka adalah orang-orang yang tidak menyenangi nikmat Allah terhadap hambanya bahkan mereka berharap agar nikmat itu hilang.

Hasad,iri hati Cs merupakan salah satu sifat tercela dan sumber dari segala petaka, karena darinya akan timbul penilaian sentimen dan apriori terhadap orang lain, bahkan iri hati akan mengurangi amal baik pelakunya yang kemudian dijadikan tambahan pahala bagi orang yang didengki    ( Al Hadits ).

Semakin banyak seseorang  iri, semakin banyak pahalanya  yang melayang dan semakin tertawa orang yang didengki karena catatan amal baiknya bertambah.

Selain ancaman Nabi SAW tentang kerugian iri di akhirat, orang yang suka dengki juga akan kena akibatnya sebelum jeleput kekuburan, karena menurut orang-orang pintar orang yang melakukan kejelekan tidak perlu kita balas sebab ia akan mendapatkan akibat dari pekerjaannya sendiri   (Al –  Ghozali ). Baca lebih lanjut

Ada Apa Dengan Cinta ( A2DC )Tela’ah singkat dari Perspektif FIQH


A2DC adalah film yang membangkitkan kembali gairah perfilman Indonesia,bahkan Film yang mengangkat kisah kasmaran anak muda ini tercatat mampu menarik perhatian kurang lebih 1000.000 pasang mata dalam waktu satu minggu,rekor yang sangat fantastis.Lalu bagaimana A2DC dari kaca mata fiqh ?

Cinta !! Sebuah istilah yang tidak bisa didefinisikan secara baku karena cinta adalah misteri ( intaha DEWA Bintang lima), yang jelas tanpa definisi pun orang yang pernah meng alaminya akan tahu dan merasakan apa sebenarnya cinta. .

Lalu bagaimana pandangan fiqh tentang cinta ?. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: