Sejarah PERINGATAN Maulid


I. Orang pertama yang memperingati Maulid.

 

Ada yang mengatakan bahwa orang yang pertama memperingati Maulid Nabi r adalah beliau Syaikh ‘Umar bin Muhammad Al-Mulâ [1] salah satu dari orang-orang saleh yang terkenal saat itu, yang berasal dari kota Maushil (Mosul) dan kemudian diikuti oleh para penduduk kota Irbil [2] dan yang lainnya. [3]

 

Sedangkan Al-Imâm Jalâluddîn Abdurrahmân Al-Suyûthiy menjelaskan bahwa orang yang pertama kali memperingati Maulid Nabi adalah penguasa Irbil yakni raja Muzhaffar Abû Sa’îd Kûkburiy ibn Zainuddîn  ‘Aliy bin Buktakîn. [4]

 

Syaikh Muhammad Junaid Al-Sailâniy, seorang Ulama dari Srilangka telah mengatakan : Menurut Al-Imâm Al-Suyûthiy raja Mudhaffar adalah seorang raja yang dikenal pemberani, adil dan pintar yang menjadi penguasa sampai akhir hayatnya, beliau meninggal disuatu daerah di Palestina yang bernama ‘Akkâ pada tahun 630 H / 1233 M.


[1] AlMulâ adalah suatu gelar yang otoritas keilmuannya diakui oleh masyarakat Timur Tengah semisal Hujjah Al-Islâm, Syaikh Al-Islâm, Al-Imâm dan lain sebagainya.

[2] Maushil/Mosul dan Irbil adalah dua nama daerah di Irak.

[3] Al-Tanbîhât Al-Wâjibât hal.12

[4] Al-Hâwiy li Al-Fatâwiy juz.1 hal.292.

PENGERTIAN MERAYAKAN MAULID NABI SAW


Pada dasarnya peringatan Maulid Nabi adalah suatu aktifitas yg bertujuan untuk memperingati dan mensyukuri kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, sedangkan syari’at cukup global dalam menjelaskan tentang sistem dan tata cara memperingatinya, sehingga dapat menimbulkan keanekaragaman dalam pelaksanaannya, sebagaimana kita ketahui didalam bentuk acaranya pada tiap-tiap Negara termasuk bumi pertiwi tercinta ini, banyak terjadi perbedaan dan perkembangan pada setiap tahunnya.
Namun demikian segala sesuatu yg dapat mendorong setiap manusia kepada hal-hal yg positif dan dapat mengumpulkan mereka pada ketaatan serta memberikan manfaat bagi agama dan kehidupan mereka, maka semua itu dapat digunakan untuk memperingati Maulid.

Oleh karena itu, termasuk dalam makna memperingati Maulid Nabi SAW adalah ketika kita berkumpul dalam sebuah majlis yg didalamnya dibacakan pujian-pujian untuk sang kekasih Nabi Muhammad SAW yg meliputi keutamaan, perjuangan dan kekhususan-kekhususan beliau meskipun disitu tidak dibacakan kisah tentang sejarah biografi Rasulullah SAW yg telah dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat dengan istilah “Maulid” seperti Diba’, Barzanji, Al-Habsyiy dan sebagainya, sampai-sampai sebagian kalangan masyarakat menyangka bahwa Maulid Nabi SAW kurang lengkap tanpa pembacaan kitab-kitab tersebut, kemudian setelah itu kita mendengarkan ceramah, pengarahan serta nasihat dari para Ulama sekaligus ayat-ayat Al-Qur’an yg dibacakan qori’. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: