Bagian Pertama ; Basmalah, Hamdalah dan Shalawat

Nazhim berkata :

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله على صلاتــه           ثم سلام الله مع صلاتــه

على نبى جـاء بااتوحيـد        وقد خلا الدين عن التوحيد

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah atas segala anugerah-Nya. Rahmat dan kesejahteraan dari Allah semoga tetap atas seorang Nabi yang membawa tauhid ketika agama telah sunyi dari tauhid.

 

Nazhim ( pengarang nazham, Syekh Ibrahim Al Laqqani ) membuka kitab-Nya dengan basmalah dan hamdalah. Beliau mencontoh Al Quran dan mengamalkan hadits :

كل أمر ذى بال لا يبدأ ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أبتر

Artinya : Setiap perkara yang mengandung nilai positif jika tidak diawali dengan basmalah, maka tidak berbarakah.

Dalam riwayat lain tidak disebutkan              فهوأبتر , melainkan فهوأقطع atau فهوأجدم, namun maksudnya sama. Jadi, kebaikan itu walaupun tampaknya sempurna, sebenarnya tidak.  Riwayat lain menyebutkan     لايبدأ بالحمدلة,   menggantikan   ببسم الله الرحمن الرحيم لا يبدأ

 

Pembahasan tentang Hamdalah

            Hamdalah adalah kalimat pujian kepada Allah. Suatu pujian         ( hamd ) harus memiliki lima rukun. Kelima Arkanul Hamdi itu di antaranya :

hamid ( pemuji ), mahmud ( yang dipuji ), mahmud bih ( isi pujian ), mahmud alaih ( latar belakang lahirnya pujian ), dan shighat ( struktur kalimat pujian ).

            Ketahuilah bahwa mahmud bih dan mahmud alaih pasti berbeda sudut pandangnya. Namun sosok keduanya bisa sama dan bisa berbeda. Misalnya, Zaid mulia. Jika Anda memujinya dengan mengatakan “ Zaid mulia “, maka dalam hal ini kemuliaan Zaid sebagai pemicu pujian disebut mahmud alaih dan sebagai isi kalimat pujian disebut mahmud bih. Bila Anda memujinya dengan mengatakan “ Zaid pandai “, maka mahmud alaih-nya kemuliaan, sedangkan mahmud bih-nya kepandaian.

Satu Tanggapan

  1. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    saya ingin bertanya..apakah perbedaan “hamdalah” dengan “alhamdulillah”…? apakah sudah tepat apabila hendak mengucapkan syukur kepada Allah, seseorang itu mengucapkan kata “hamdalah”, bukan “alhamdulillah”? bagaimana jika seseorang memilih untuk mengucapkan kata “hamdalah” ketika hendak mengutarakan rasa syukur, dengan tujuan agar lawan bicaranya juga mengucapkan hamdalah?
    contoh:
    A: “apa kabar, ukhti?”
    B: “hamdalah, Allah melimpahkan nikmat kesehatan”
    A: “hamdalah..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: