Pribadi Mirza Ghulam Ahmad

Mirza Ghulam Ahmad lahir di Qadiyan, disudut terpencil daerah Punjab pada tahun 1839. Dari tempat lahirnya inilah maka aliran sesat ini dinamakan Qadiyan. Mirza Ghulam Ahmad mengaku bahwa silsilahnya dari keturunan Mongol (kitab Al-Bariyah, edisi ll, 1932, h. 134). Kemudian ia merobah garis keturunannya dari suku Sadaat, yang katanya mempunyai garis keturunan dengan nabi Muhammad SAW. Terakhir ia mengaku keturunan Persia. Sampai ia meninggal tidak jelas silsilah keturunannya. Sedang yang disebutkannya hanya hayalan belaka (Arab’in, no.2, h. 17)

Dimasa kecil Mirza Ghulam Ahmad diserang penyakit hysteria yang mengakibatkan terjadinya gangguan jiwa. Dia selalu pingsan bila penyakit ini kambuh. Dia sangat ahli membuat kebohongan dan senang berhayal akibat penyakit yang dia derita (Qadianis, Pakistan Publication, Islamabad, h. 19). Ia juga mengidap penyakit hypocandria, yaitu gejala yang mengakibatkan rasa sedih dan takut yang tidak beralasan. Menurut Allamah Burhanuddin, bila penyakit ini kambuh akan terjadi perubahan kejiwaan pasien secara mendadak dimana pasien meyakini bahwa ia seolah serba tahu dan terkadang meyakini bahwa ia malaikat.

Mirza Ghulam Ahmad pernah diusir dari rumah orang tuanya karena ketahuan mencuri, lalu ia kabur ke Sialkot dan bekerja pada Deputi Komisaris Sialkot dengan gaji 15 rupee. Dia juga sebagai penceramah lokal dan senang berdebat.

Dimasa hidupnya yang sangat melarat dengan kondisi keuangan yang morat marit, Mirza Ghulam Ahmad pernah mendapat pendidikan bahasa Inggris selama empat tahun dari penjajahan Inggris dan dia berhasil, tapi tidak lulus ketika mengikuti ujian menjadi ketua pengadilan lokal. Berbagai kegagalan ia alami akibat pengaruh penyakit hypocandria yang ia derita. Dan ia selalu berhalusinasi sebagai seorang pembaharu. Ia sangat lemah dalam bahasa Arab dan pernah sedikit belajar tentang hukum Islam tetapi tidak memadai. Karena itu setiap wahyu yang berbahasa Arab dikoreksi oleh Nuruddin seorang ahli bahasa Arab sedang yang berhubungan dengan hukum Islam diminta kepada ustadz Muhammad Ahsan Amrohi.

Kelebihannya dibidang orasi dan berdebat, kelemahannya dibidang ilmu dan bahasa serta penyakit yang mempengaruhi kejiwaannya yang selalu berhalusinasi serta pengabdian keluarganya terhadap penjajah Inggris menjadi modal bagi imperialis untuk menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai motor pemurtadan umat. Karena itu diantara ayat-ayat yang katanya turun kepadanya adalah kepatuhan kepada penjajah Inggris.

Satu Tanggapan

  1. Hi sahabat, tulisan ini isinya hanya menjelek2kan pribadi seseorang, apakah ini yang diajarkan oleh Muhammad rasul kita ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: