Kesucian Nabi dan Rasul

Hal yang fundamental dari seorang Nabi dan Rasul bahwa mereka manusia yang dipilih oleh Allah SWT untuk membawa risalah. Karena mereka adalah pilihan Allah SWT maka mereka bebas dari sifat-sifat tercela. Nabi dan Rasul di utus untuk menjadi contoh bagi manusia dimana ia di utus. Sejak lahir Allah SWT telah memperlihatkan kesucian, kelebihan dan keutamaan nabi dan rasul yang akan diutus tersebut. Hal itu terlihat dari kisah seperti Nabi Ibrahim, Isma’il, Yusuf, Musa, Isa AS dan Nabi Muhammad SAW.

Para nabi dan rasul ini oleh Allah SWT dijauhkan dari sifat tercela dan dari perbuatan dosa, dalam ucapan maupun perbuatan. Mereka memiliki akhlak mulia dan moral yang tinggi. Mereka bebas dari sifat thama’ dan rakus. Mereka tidak tunduk kepada manusia (surat Al-Anbiya 25-28). Mereka menjadi tauladan bagi manusia, dan jauh dari tercela. Ucapan mereka datang dari Allah SWT, karena itu mereka tidak pernah berbohong (surat An-Najm 3-4). Mereka tidak memerlukan pembantu untuk menyeleksi dan memperbaiki apa yang datang dari Allah SWT. Apa yang mereka sampaikan adalah asli dan tidak meniru-niru apa yang datang sebelumnya.

Dari persyaratan diatas dapat dilihat betapa bohongnya Mirza Ghulam Ahmad. Untuk kejelasannya akan saya terangkan lagi di postingan edisi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: