Uji Materi UNDANG – UNDANG PENISTAAN AGAMA

Pro dan kontra tentang permasalahan undang – undang penistaan agama tidak hanya terjadi di negara Indonesia tapi juga terjadi di hampir semua negara – negara di dunia. Di Indonesia Peraturan Presiden No. 1/PNPS/1965 yang sudah di undangkan melalui UU No 5/1969 – tentang penistaan dan penodaan agama – masih sangat kontrofersi sehingga perlu untuk dilakukan uji materi.

Tuntutan uji materi (Judicial Review) tersebut dimotori oleh tujuh LSM yaitu Imparsial, Elsam, PBHI, Demos, PMS, YD dan YLBHI serta didukung oleh Gus Dur (alm), Musdah mulia, Dawam raharjo dan KH Maman imanul haq. Bahkan ketika resolusi ini disampaikan di dalam Dewan HAM PBB yang terdiri dari 47 negara, hasilnya resolusi ini ditentang 11 negara barat sedang 13 negara menyatakan abstain.
Inilah bukti di dunia ini sangat banyak orang pandai tetapi sangat sedikit orang yang mengerti dan taat kepada Tuhan.

Agama adalah sebuah wadah bagi umat manusia dalam menyembah Allah (Tuhan Yang Maha Esa) sebab tidaklah diciptakan manusia kecuali untuk hanya menyembah kepada Nya “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa”.Qs Al Baqarah ; 21. Jadi apapun namanya selama yang disembah itu adalah Yang Maha Esa Pencipta Alam semesta, maka Allah telah berjanji “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati“.Qs Al Baqarah ; 62. Dan sebagai petunjuk bagi umat manusia maka Allah telah menurunkan 4 (empat) agama di dunia ini dimana masing – masing agama tersebut telah diberikan karunia kitab melalui para Nabinya yaitu Taurat (Musa), Zabur (Daud), Injil (Isa) dan Al Qur’an (Muhamad),” Manusia itu adalah umat yang satu (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi peringatan dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yg benar untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yg mereka perselisihkan…”.Qs Al Baqarah ; 213.

Al Qur’an adalah petunjuk Allah yang terakhir yang membenarkan kitab – kitab yang sebelumnya. Maka Allah telah memberi petunjuk di dalam Al Qur’an tentang cara memutuskan perkara yang terjadi pada umat dalam beragama “ Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,”.”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik “.Qs Al Maidah ; 48, 49.

Undang – undang penistaan agama :
Undang – undang yang mengatur setiap umat beragama dalam menyembah Allah (Tuhan Yang Maha Esa), maka yang dimaksud penistaan agama adalah segala perbuatan /amalan ibadah yang tidak sesuai dengan petunjuk Allah (Tuhan Yang Maha Esa) yang ada di dalam kitabNya. Diperintahkan bagi umat beragama untuk memutuskan perkara yang terjadi diantara mereka berdasarkan kepada apa yang telah diturunkan Allah kepada tiap – tiap agama yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an. Dan barang siapa yang tidak memutuskan perkara berdasarkan kepada apa yang telah diturunkan oleh Allah maka mereka itu adalah orang –orang KAFIR. (Qs Al Maidah ; 43 – 49)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: