Iri & Dengki, Sumber petaka bagi seseorang

Mentang-mentang punya HP Omnia baru dipegangin terus, dicuri maling  kapok lho!”. Mungkin kata ini yang pertama terlintas dibenak orang-orang yang suka ngiri, karena mereka adalah orang-orang yang tidak menyenangi nikmat Allah terhadap hambanya bahkan mereka berharap agar nikmat itu hilang.

Hasad,iri hati Cs merupakan salah satu sifat tercela dan sumber dari segala petaka, karena darinya akan timbul penilaian sentimen dan apriori terhadap orang lain, bahkan iri hati akan mengurangi amal baik pelakunya yang kemudian dijadikan tambahan pahala bagi orang yang didengki    ( Al Hadits ).

Semakin banyak seseorang  iri, semakin banyak pahalanya  yang melayang dan semakin tertawa orang yang didengki karena catatan amal baiknya bertambah.

Selain ancaman Nabi SAW tentang kerugian iri di akhirat, orang yang suka dengki juga akan kena akibatnya sebelum jeleput kekuburan, karena menurut orang-orang pintar orang yang melakukan kejelekan tidak perlu kita balas sebab ia akan mendapatkan akibat dari pekerjaannya sendiri   (Al –  Ghozali ).

Kaitannya dengan hal ini, konon, pernah  ada seorang raja yang memiliki penasehat baru sebut saja Zaid, karena kedekatannya dengan orang nomor satu dinegerinya, temannya si Sumo iri, ia memutar otaknya bagaimana caranya agar Zaid dibenci raja.

Suatu ketika Sumo memfitnah raja dengan mengatakan “Zaid saat sowan kepada paduka tidak pernah mendekat karena katanya ia jijik mencium bau mulut paduka yang tidak sedap”. Beliau bertanya “Mana buktinya ?”. Sumo menjawab “Paduka dapat membuktikan besok, suruhlah Zaid untuk mendekat pasti ia akan menutup hidungnya” Akhir nya dengan silat lidahnya raja dapat mempercayai Sumo.

Disisi yang lain, Sumo mengundang Zaid kerumahnya dan menyuguhkan bawang (Pete,Jengkol )agar bau mulut Zaid kurang sedap saat menghadap raja sebagai siasat untuk menguatkan fitnahnya terhadap raja. Keesokan harinya, sang penguasa memanggil Zaid kemudian menyuruhnya agar mendekat, dan So pasti zaid menurutinya tapi dengan keadaan mulut terutup karena ia khawatir bau mulutnya tercium raja.

Dari kejadian ini, raja semakin yakin akan fitnahan sumo, beliau murka dan ingin menyiksa Zaid, kemudian raja menulis surat kepada algojo yang isinya “Orang yang membawa surat ini bunuhlah, kelupaslah kulitnya dan isilah kulit itu dengan Jerami    ( Damen,Jawa )dan kiorimkan kepadaku!”. Raja menyuruh Zaid untuk mengantarkan surat tersebut.

Ditengah perjalanan, Zaid bertemu Sumo ,dan sumo mengambil paksa surat itu karena di bathinnya ia menyangka surat itu berisi hadiah istimewa yang akan diterima Zaid. Dan akhirnya Sumolah yang mengantarkan surat itu.

Alhasil, mampuslah dikau sumo karena dialah yang mendapatkan hadiah istimewa dari Algojo, dibunuh dan dikelupas kulitnya. Sementara Zaid semakin dekat saja dengan raja. Dasar Sumo !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: