Secuil Keju Penghalang Manisnya Ibadah

Kayla Tuhibbuh Belhawa 29 Desember jam 21:56 BalasLaporkan

Konon, Abu Yazid Al Bastomi adalah seorang ulama besar, beliau sudah beribadah selama bertahun-tahun kepada Allah SWT dengan segala macam formula ibadah, namun ternyata beliau merasa belum mendapatkan kenikmatan dari ibadahnya.

Suatu hari beliau menemui ibunya dan mengeluhkan permasalahannya kepada sang ibunda, Abu yazid berkata “Wahai ibunda ! saya beribadah selama bertahun-tahun, tapi sampai sekarang belum merasakan manisnya ibadah, tolong ingat-ingat ! apakah ibunda pernah memakan barang haram saat saya berada dalam kandungan atau ketika menyusui saya ?”.

Kemudian ibu beliau berfikir sejenak,lalu menjawab “Wahai anakku ! saat kamu berada dalam kandungan, suatu ketika aku naik ke atas loteng,dan menemukan keju dibak cucian, aku sangat mengingikannya lalu aku memakan secuil dari keju itu tanpa seizin pemiliknya “.

Abu Yazid berkata “Wahai ibunda ! inilah satu-satunya hal yang mengganjal ibadah saya, carilah pemilik keju itu dan ceritakanlah semua ini kepadanya ! “ Lalu ibu beliau menemui pamilik keju itu serta menceritakanya, dan pemilik keju ahirnya mengihlaskan.

Setelah kejadian inilah Abu Yazid baru merasakan bagaimana manisnya ibadah.

Catatan hikmah.

Secuil barang haram yang termakan saat seseorang berada di kandungan ibunya ternyata dapat mempengaruhi kenikmatan ibadahnya, bagaimana jika barang haram tersebut dimakan langsung oleh yang bersangkutan ? dan bagimana dengan ibadah serta ta’allum kita ? Referensi: Annawadir lil qulyuby

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: