Said Aqil: Kita Bersyukur Jadi Orang NU

Pekalongan, NU Online
Orang boleh saja beranggapan dalam hidup dan menjalankan ibadah cukup berpedoman kepada Al-Qur’an dan as Sunnah saja, karena kedua pegangan itu yang murni dari Rasulullah, sedangkan lainnya seperti ijma’ dan qiyas mereka tidak akan menggunakan karena bukan dari Rasulullah.

Akan tetapi yang perlu diketahui, berpedoman kepada Al-Qur’an dan As Sunnah saja kita tidak akan dapat menjalankan ibadah seperti sekarang ini. Contohnya, Al-Qur’an di zaman Rasulullah tidak seperti apa yang ada sekarang ini, demikian pulan cara beribadah tidak satu haditspun yang menjelaskan secara detail tentang sarat dan rukun sholat, semua itu dijelaskan oleh para ulama setelah Rasulullah dan sahabat meninggal dan itu ada di Ijma’ dan Qiyas.

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, MA dalam acara pengajian umum peresmian pembukaan Pesantren Putri Syafi’i Akrom Kota Pekalongan Senin (17/5).

Dikatakan, mereka berteriak-teriak mengamalkan ajaran Islam selain apa yang telah diterangkan dalam Al-Qur’an dan As Sunnah adalah bid’ah, tetapi mereka tidak paham, sesungguhnya mereka bisa baca Qur’an dan bisa tahu mana hadist asli dan palsu semua hasil karya para ulama.

Maka, berbahagialah warga Nahdlatul Ulama bisa mengamalkan ajaran islam dengan benar dengan tetap berpedoman kepada ajaran ahlus sunnah wal jama’ah, ujarnya.

Para ulama terdahulu, ujar Kang Said panggilan akrabnya, telah menciptakan berbagai metode dan disiplin ilmu yang sangat bermanfaat bagi perkembangan zaman. Tidak saja dalam ilmu agama saja, akan tetepai ilmu kedokteran, filsafat, sosilogi serta ratusan ilmu ilmu lainnya telah dilahirkan oleh para ulama Islam yang saat ini dipelajari oleh kalangan barat. Dan apa yang telah mereka ciptakan, tidak ada di zaman Rasulullah, apakah itu jiga disebut bid’ah yang sesat ? tanya Kang Said kepada para pengunjung.

Tentu saja tidak, karena sesungguhnya bagi mereka yang menganggap bid’ah sekalipun, saat ini banyak yang menggunakan dan memraktekkannya.

Ketua Umum PBNU hasil Muktamar di Makassar mengajak kepada warga nahdliyyin untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai bujuk dan rayuan. Karena saat ini sedang dilakukan upaya rayuan secara sistematis dan terorganisir, maka pendirian pesantren putri di Syafi’i Akrom patut kita sambut dengan gembira, karena lembaga ini akan mengajarkan kepada para santrinya untuk tetap santun, jujur dan berakhlaq mulia. (iz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: