Bagian kesembilan QaSHaR & JAMA’ SHaLAT

Definisi Qashar & Jama’
Qashar adalah meringkas atau memperpendek sholat empat rokaat menjadi dua rokaat dengan syarat-syarat tertentu, oleh karena itu qashar hanya tertentu pada sholat dluhur, ashar dan isya’. Sedangkan Jama’ adalah mengumpulkan dua sholat dalam satu waktu, baik dilakukan pada waktu sholat pertama (jama’ taqdîm) maupun dilakukan pada waktu sholat kedua (jama’ ta’khîr) dengan syarat-syarat tertentu.

Sebab-sebab diperbolehkan Qashar & Jama’
Sebenarnya ada banyak hal yang menjadikan seseorang bisa mendapatkan keringanan diatas ( qashar & jama’ ), namun yang akan kita bahas kali ini adalah hal yang sering dilakukan seseorang. Hal tersebut adalah safarul qoshr ( malakukan bepergian atau perjalanan jauh ) artinya orang tersebut bisa mendapatkan keringanan diatas apabila dia sedang dalam perjalanan yang jauh.
Menurut fiqh, kriteria atau batasan seseorang bisa dianggap melakukan perjalanan ada 2 ( dua ) :
Ketika sudah melewati batas desa ( pada desa yang ada pembatasnya )
Ketika melewati bangunan atau perumahan penduduk ( pada desa yang tidak ada pembatasnya )

Sedangkan batas akhir ia dianggap telah selesai melakukan perjalanan ( sehingga habis pula keringanan qashar atau jama’ ) adalah ketika ia pulang dan telah melewati batas – batas diatas atau sampai pada tempat tujuan yang telah dia niati untuk dijadikan tempat mukim.

Adapun kriteria masâfah al-qashr (perjalanan jauh) adalah radius atau jarak tempuh yang menurut fiqh telah dianggap jauh. Pada zaman dahulu ketika alat transportasi masih sederhana, ukuran masâfah al-qashr adalah 2 marhalah, 16 farsakh, 4 barid atau perjalanan 2 hari. Ukuran tersebut ketika dikonversi menjadi ukuran kilometer, terdapat beberapa Versi pendapat dari ulama’ :
Versi Imam Kurdi dalam Tanwirul Qulub = 80,640 Km
Versi Imam Makmun = 89,999992 Km
Versi Imam A.Husein Al Misri = 94,5 Km
Versi mayoritas Ulama = 119,99988 Km

Syarat-syarat Qashar dan Jama’ Sholat
Selain syarat-syarat yang berkaitan dengan status musafir safar qoshr ( orang bepergian dengan jarak jauh ) masih ada beberapa syarat yang harus dipenuhi;

Syarat-Syarat Qashar :
Bepergiannya tidak ada tujuan ma’siat, semisal karena melaksanakan kewajiban, seperti pergi untuk membayar hutang, atau karena hal yang sunah, seperti pergi untuk menyambung tali persaudaraan ataupun untuk hal yang mubah, seperti pergi untuk berdagang.
Jarak yang akan ditempuh sudah mencapai masafatul qoshr sebagaimana keterangan diatas.
Sholat yang diqashar adalah sholat Ada’ ( sholat yang dilakukan pada waktunya ) atau sholat qodlo yang terjadi dalam perjalanan.
Niat mengqashar sholat bersamaan dengan takbirotul ihrom
Tidak makmum pada orang yang sholatnya itmam (sempurna, bukan qashar) baik orang itu muqim ataupun musafir.
Mengetahui tentang diperbolehkannya mengqashar sholat (tidak hanya ikut-ikutan tanpa mengetahui diperbolehkannya qashar).
Masih berstatus musafir ketika sholat.
Bepergiannya dengan tujuan yang jelas. (daerah atau tempat tertentu), tidak seperti orang bingung yang pergi tanpa tujuan.

Syarat-syarat Jama’ Taqdîm
Niat jama’ taqdîm ketika melakukan sholat yang pertama.
Memulai dengan sholat yang ada di waktu pertama (melakukan sholat dluhur sebelum ashar dan sholat maghrib sebelum sholat isya’)
Muwalah (kontinyu) artinya segera melakukan sholat kedua setelah selesai sholat yang pertama, tidak menundanya dengan senggang waktu yang cukup untuk melakukan sholat dua roka’at yang ringan(tidak terlalu banyak membaca dzikir-dzikir yang di sunnahkan dalam sholat) dengan tempo sedang
Masih berstatus musafir Ketika melakukan shoIat pertama sampai masuk sholat kedua (tidak harus sampai sempurnanya sholat)
Kedua sholat harus dilakukan pada waktunya shalat pertama.

Syarat-syarat Jama’ Ta’khîr
Niat mengakhirkan sholat diluar waktu pada waktunya sholat pertama.
Masih berstatus musafir sampai sempurnanya kedua sholat

Keringanan menggunakan tata cara jama’ dan qashar juga bisa dikerjakan bersama-sama setelah terpenuhi syarat masing-masing. Jadi boleh-boleh saja orang tersebut melakukan jama’ dan qashar secara bersamaan dalam satu sholat, sehingga antara dua sholat, masing-masing hanya dikerjakan 2 rokaat.

Teknis dan Tata Cara Sholat Qashar dan Jama’
Tata cara sholatnya sama dengan sholat-sholat yang lain, yang membedakan hanyalah niatnya. Berikut adalah penjelasan dan contoh-contoh niyyat jama’ dan niyyat qashar secara lengkap.

Tehnis Niat Sholat Qashar
Niat mengqashar sholat dzuhur
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا لِلّهِ تَعَالَى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat dluhur dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Niat mengqashar sholat ‘ashar
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا / إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat ‘ashar dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Niat mengqashar sholat ‘Isya
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا / إِمَامًا للهِ تَعَالى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat ‘isya’ dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Tehnis Niat Sholat Jama’ Taqdîm
Jama’ taqdîm Dhuhur dan Ashar
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat dzuhur dengan mengumpulkan (menjamak) shalat ‘ashar kepadanya berupa jama’ takdim sebanyak empat rokaat seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat ‘ashar empat rokaat seraya menghadap kiblat ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Jama’ taqdîm Maghrib dan Isya
أُصَلِّي فَرْضَ المَغْرِبِ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعِشَاءُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ِللهِ تَعَالى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat maghrib dengan mengumpulkan (menjamak)shalat ‘isya kepadanya berupa jama’ takdim sebanyak tiga rokaat seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ِللهِ تَعَالى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat isya’ empat rokaat seraya menghadap kiblat ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Tehnis Niat Jama’ Ta’khîr

Jama’ ta’khîr Dhuhur dan Ashar
Apabila menghendaki menjama’ ta’khîr shalat dzuhur dengan shalat ashar, disaat masuk waktu shalat dzuhur- sampai tersisa waktu yang tidak cukup untuk melakukan sholat dhuhur secara ada’- berniatlah untuk mengakhirkan shalat dzuhur, seperti ;
نَوَيْتُ تَأْخِيْرَ الظُّهْرِ إِلَى الْعَصْرِ لِأَجْمَعَ بَيْنَهُمَا
Artinya : “aku berniat mengakhirkan shalat dzuhur ke ashar guna mengumpulkan (menjamak) keduanya ”
Kemudian ketika masuk waktu ashar, laksanakanlah shalat dzuhur dan ashar sesuai dengan niat berikut ;
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ مَجْمُوْعًا بالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat dzuhur dikumpulkan (menjamak) dengan shalat ‘ashar berupa jama’ ta’khîr sebanyak empat rokaat seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مأموما / إماما لله تعالى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat ‘ashar empat rokaat seraya menghadap kiblat ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Jama’ ta’khîr Maghrib dan Isya’
Apabila menghendaki menjama’ ta’khîr shalat maghrib dengan Isya’, disaat masuk waktu Maghrib- sampai tersisa waktu yang tidak cukup untuk melakukan sholat maghrib secara ada’- berniatlah untuk mengakhirkan shalat mahgrib, seperti ;
نَوَيْتُ تَأْخِيْرَ المَْغْرِبِ إِلَى الْعِشَاءِ لِأَجْمَعَ بَيْنَهُمَا
Artinya : “aku berniat mengakhirkan shalat Maghrib ke Isya guna mengumpulkan (menjamak) keduanya ”

Kemudian ketika masuk waktu Isya, laksanakanlah shalat maghrib dan Isya sesuai dengan niat berikut ;

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat maghrib dikumpulkan (menjamak) dengan shalat ‘isya berupa jama’ ta’khîr sebanyak tiga rokaat seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala
أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat isya’ empat rokaatseraya menghadap kiblat ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Tehnis Niat Sholat Jama’ Taqdîm dan qashar

Jama’ taqdîm Dhuhur dan ‘Ashar dengan cara qashar

أُصَلِّي فَرْضَ الْظُّهْرِ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ رَكْعَتَيْنِ/ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat dzuhur dengan mengumpulkan (menjamak)shalat ‘ashar kepadanya berupa jama’ takdim sebanyak dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

أُُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ/ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat ‘ashar dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Jama’ taqdîm Magrib dan ‘Isya’ dengan cara qashar

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعِشَاءُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat maghrib dengan mengumpulkan (menjamak) shalat ‘isya’ kepadanya berupa jama’ takdim sebanyak tiga rokaat seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ/ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat isya’ dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Tehnis Niat Jama’ Ta’khîr dengan qashar

Jama’ Ta’khîr Dhuhur dan Ashar dengan cara qashar
Disaat masuk waktu dzuhur, niatlah untuk mengakhirkan shalat dzuhur sesuai dengan keterangan sebelumnya. Kemudian disaat masuk waktu ashar, laksanakanlah shalat dzuhur dan ashar dengan niat ;

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ مَجْمُوْعًا بِالعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ رَكْعَتَيْنِ/ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat dzuhur dikumpulkan (menjamak) dengan shalat ‘ashar berupa jama’ ta’khîr sebanyak dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ/ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat ‘ashar dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Jama’ Ta’khîr Magrib dan Isya’ dengan cara qashar
Disaat masuk waktu maghrib, niatlah untuk mengakhirkan shalat maghrib sesuai dengan keterangan sebelumnya. Kemudian disaat masuk waktu isya’, laksanakanlah shalat maghrib dan isya’ dengan niat ;
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat maghrib dikumpulkan (menjamak) dengan shalat ‘isya berupa jama’ ta’khîr sebanyak tiga rokaat seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

أُصَلِّي فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ/ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat ‘isya’ dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

Tehnis Niat Sholat Jama’ Taqdîm jum’at dan ‘ashar dengan qosor

أُصَلِّى فَرْضَ الْجُمْعَةِ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat jum’at dengan mengumpulkan (menjamak) shalat dhuhur kepadanya berupa jama’ takdim sebanyak dua rokaat seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala

أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ/ قَصْرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا للهِ تَعَالىَ
Artinya : Saya menjalankan kewajiban shalat ‘ashar dua rokaat dengan cara qashar seraya menghadap kiblat, ( menjadi imam/makmum ) semata-mata karena Allah ta’ala. []

Satu Tanggapan

  1. wow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: